Evaluasi:
Belum tercantumnya secara eksplisit orientasi daya saing global, sehingga terkesan lebih fokus pada lingkup lokal dan nasional.
Meskipun sudah menggunakan banyak media, masih ada sebagian kecil sivitas akademika yang belum memahami visi keilmuan secara menyeluruh
Integrasi visi keilmuan Program Studi ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) belum merata pada seluruh mata kuliah
TIndak Lanjut:
Merevisi visi Program Studi pada tahun 2026 dengan menambahkan orientasi daya saing global dan literasi digital, tanpa menghilangkan kekhasan nilai Islami, kepedulian lingkungan, dan kearifan lokal.
Meningkatkan pemahaman sivitas akademika terhadap visi PS.
Melakukan revisi RPS agar visi keilmuan terintegrasi pada semua mata kuliah, terutama yang masih belum mencantumkannya.
Evaluasi:
Masih minimnya kerjasama tingkat internasional bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Belum memiliki instrumen dan sop terkait dengan mutu tenaga pendidik, seperti prosedur dan validasi karya ilmiah.
Sistem penjaminan mutu belum berbasis ISO.
Beberapa kebijakan tidak memiliki kebijakan turunan di Fakultas yang dapat menjelaskan secara teknis.
Kurangnya jumlah kerja sama dengan pihak luar negeri, sehingga kegiatan berskala internasional masih rendah.
Kurangnya ketersediaan Lembaga pembiayaan dari luar negeri.
Masih ditemukan beberapa kerja sama yang tidak memiliki realisasi program.
Evaluasi kegiatan kerja sama tidak pernah dilaksanakan.
Tindaklanjut:
Mendorong kegiatan benchmarking di luar negeri dan memaksimalkan potensi kolaborasi melalui keikutsertaan dalam kegiatan luar negeri.
Mendorong penerbitan SOP sesuai dengan kebutuhan institusi.
Mendorong Fakultas untuk membuat kebijakan teknis sebagai turunan kebijakan di tingkat universitas.
Evaluasi:
Disribusi daerah asal mahasiswa belum optimal.Masih dominanan asal daerah dari kabupaten maros dan kabupaten pangkep
Jumlah mahasiswa berprestasi yang terjaring masih terbatas
Fluktuasi jumlah dan kualitas input pendaftar
Biaya operasional permahasiswa lebih besar
Layanan mahasiswa belum diakses seluruh mahasiswa karena kurangnya sosialisasi
Fasilitas untuk mahasiswa berkebutuhan khusus masih terbatas
Bimbingan penulisan artikel masih terbatas bagi mahasiswa yang aktif di penelitian, belum menyentuh seluruh mahasiswa.
Implementasi perlindungan perlu sosialisasi lebih intensif dan bukti pelaksanaan yang konsisten.
Prestasi internasional belum ada; prestasi lokal/wilayah masih minim.
Belum ada paten/paten sederhana; publikasi di jurnal masih terbatas.
Masih ada mahasiswa yang menilai layanan cukup, terutama pada aspek daya tanggap (14,29%) dan keandalan (8,57%).
Beberapa mahasiswa menilai kualitas sarana prasarana masih perlu perbaikan (5,71% cukup).
Tindaklanjut:
Meningkatkan sosialisasi dan promosi di media digital sebesar 100%
Meningkatkan kerja sama dengan instansi/sekolah mitra di beberapa daerah di Sulawesi Selatan dan Barat sebesar 50%
Melakukan promosi ke sekolah menengah unggulan untuk meningkatkan jumlah pendaftar
Membuka jalur khusus prestasi minimal 15% dari kuota mahasiswa baru
Menyediakan beasiswa bagi maba jalur prestasi
Melakukan promosi kesekolah menengah unggulan untuk meningkatkan jumlah pendaftar
Meningkatkan keterlibatan dosen dalam penelitian dan pengabdian bersama mahasiswa, dengan target minimal 50% dosen membimbing mahasiswa setiap tahun.
Menyelenggarakan workshop publikasi rutin minimal 2 kali per tahun untuk seluruh mahasiswa
Menyiapkan ruang kuliah ramah difabel
Meningkatkan sosialisasi layanan mahasiswa secara digital agar merata
Intensifikasi sosialisasi perlindungan & pelaporan berbasis website/aplikasi
Memberikan reward (beasiswa, sertifikat, publikasi di website kampus) untuk mahasiswa berprestasi.
Membentuk Pusat Pengembangan Prestasi Mahasiswa di tingkat fakultas/universitas
Menyusun roadmap pembinaan akademik dan non-akademik dengan target prestasi per tahun.
Mendorong mahasiswa mengikuti kompetisi daring internasional
Evaluasi:
Belum ada pemanfaatan sistem digital seleksi seperti e-recruitment atau dashboard pelamar, yang dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas.
Belum ada DTPS dengan jabatan Lektor Kepala atau Guru Besar, yang dapat membatasi akses terhadap hibah kompetitif dan pengakuan akademik tingkat lanjut.
Mayoritas DTPS masih berkualifikasi magister, sehingga potensi pengembangan tridharma dan rekognisi internasional belum optimal.
Rekognisi internasional masih terbatas (2 dari 46): Hanya mencakup reviewer jurnal Q3 dan presenter konferensi internasional, belum mencerminkan daya saing global secara menyeluruh.
Belum ada rekognisi dari lembaga internasional bereputasi tinggi seperti UNESCO, IEEE, atau lembaga riset global.
Belum ada pelatihan bersertifikasi BNSP atau lembaga internasional, yang dapat memperkuat pengakuan profesionalisme tendik.
Tindak Lanjut:
Mengembangkan sistem e-rekrutmen berbasis website
Pendampingan publikasi ilmiah untuk kenaikan jabatan.
Fasilitasi publikasi jurnal Q1–Q2 dan konferensi internasional.
Pelatihan berbasis unit kerja untuk 5 tendik yang belum berpartisipasi.
Pengajuan sertifikasi profesi ke BNSP
Evaluasi:
Keterbatasan anggaran untuk mendukung pengembangan laboratorium fisika mutakhir dan keterlibatan dalam penelitian berskala nasional maupun internasional
Keterbatasan peralatan laboratorium yang berteknologi tinggi serta kebutuhan peningkatan akses terhadap sumber daya digital internasional
Tindaklanjut:
Meningkatkan sumber pendanaan eksternal melalui hibah penelitian, pengabdian masyarakat, serta kerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah mitra, dan dunia industri
Merencanakan pengadaan peralatan laboratorium fisika yang lebih mutakhir dalam jangka menengah (2–3 tahun) dengan memprioritaskan alat-alat yang muktahir.
Memperluas akses ke jurnal internasional dan repositori digital dalam waktu dekat untuk mendukung penelitian dosen dan mahasiswa;
Meningkatkan monitoring dan evaluasi internal secara berkala setiap semester
Evaluasi:
Sebagian referensi pada kurikulum program studi masih >10 tahun
Bahasa asing & literasi digital masih lemah
Proporsi Integrasi Penelitian & PkM masih 37,84%, meskipun sudah baik karena standar hanya 25%
Beberapa rubrik penilaian pembelajaran masih deskriptif
Belum ada kolaborasi eksternal pada mata kuliah Micro-Teaching
Sarana sekolah mitra kadang terbatas dalam pelaksanaan Magang Kependidikan (KEMAL & Kampus Mengajar)
Jejaring internasional masihterbatas untuk meningkatkan suasana akademik
Penurunan IPK Saat Pandemi
Partisipasi lomba internasional masih terbatas
Masih sedikit wirausaha & studi lanjut S2/S3
25% tidak sesuai lulusan yang bekerja tidak sesuai bidang ilmu
Masih kurangnya kompetensi berbahasa asing
Belum semua mata kuliah terukur optimal
Tindaklanjut:
Perbarui referensi ≤ 5 tahun; penguatan integrasi IPTEKS terbaru
Penambahan pembelajaran berbasis digital, integrasi isu global
Meningkatkan integrasi Penelitian dan PKM hingga ≥50% mata kuliah inti
Penyempurnaan rubrik penilaian berbasis kompetensi
Perluas model micro-teaching dengan sekolah mitra
Perkuat komunikasi & support sarana dengan sekolah mitra Magang Kependidikan (KEMAL & Kampus Mengajar)
Perluas kolaborasi global, joint class dengan mitra luar negeri
Perkuat bimbingan & adaptasi pembelajaran igital
Mendorong mahasiswa ikut kompetisi global
Perkuat softskill kewirausahaan dan jalur beasiswa
Integrasikebutuhan PPG dalam kurikulum
Pelatihan bahasa asing & TOEFL internasional
Perluasan asesmen CPL ke seluruh mata kuliah inti melalui Perbaikan RPS, update konten mutakhir sesuai dengan profil lulusan program studi
Evaluasi:
Belum sepenuhnya dosen mengikuti peta jalan penelitian program studi
Jumlah hibah dari sumber luar PT relatif terbatas.
Tidak semua penelitian melibatkan mahasiswa
Hanya 2 DTPS (28,57%) yang berkontribusi pada publikasi Sinta 2 dalam 3 tahun terakhir.
Tindaklanjut:
Program studi mensosialisasikan peta jalan penelitian
Melakukan bimtek/worshkop penyusunan proposal hibah
Penelitian dosen melibatkan mahasiswa, dengan Integrasi mahasiswa dalam setiap penelitian dosen, diarahkan menjadi topik skripsi/tugas akhir
Peningkatan publikasi di jurnal nasional (Sinta 2 ke atas) dan internasional bereputasi dengan insentif dan pelatihan
Evaluasi:
Sebagian besar PkM masih bergantung pada dana mandiri/PT sehingga keberlanjutan bergantung pada Internal.
Belum ada PkM dengan pendanaan luar negeri atau hibah nasional skala besar.
Luaran PkM belum terdokumentasi optimal (misalnya artikel pengabdian, HKI, atau publikasi prosiding).
Tindaklanjut:
Peningkatan Pendanaan & Skala PkM Menargetkan minimal 50% kegiatan PkM didanai eksternal dalam 3 tahun ke depan.
Mengajukan proposal ke hibah PkM nasional (Kemenristekdikti, BRIN, Pemda).
Penguatan Keterlibatan Mahasiswa Menetapkan kebijakan setiap PkM wajib melibatkan mahasiswa. Mengintegrasikan PkM ke dalam mata kuliah praktikum, KKN, dan skripsi terapan.
Mengembangkan roadmap PkM berbasis isu pendidikan Islam & kebutuhan masyarakat lokal.
Pengembangan Jejaring PkM Membentuk desa binaan atau sekolah mitra untuk keberlanjutan program. Melakukan PkM kolaboratif lintas prodi dan antar-PT.
Evaluasi:
Pemahaman dan keterampilan sebagian dosen serta tenaga kependidikan terkait penerapan SPMI masih belum merata.
Penggunaan teknologi informasi dalam dokumentasi dan monitoring mutu belum sepenuhnya terintegrasi.
Pelaksanaan audit mutu internal belum sepenuhnya optimal dalam menggali akar permasalahan mutu.
Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki sertifikasi atau kompetensi khusus dalam bidang penjaminan mutu masih terbatas.
Tindaklanjut:
Menyelenggarakan pelatihan SPMI tingkat dasar-menengah-lanjut
Membentuk tim fasilitator SPMI di setiap fakultas
Mengintegrasikan nilai-nilai mutu dalam kegiatan akademik
Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Mutu (AQUA)
Melatih unit kerja dalam penggunaan sistem
Membuat dashboard mutu untuk memantau indikator
Pelatihan auditor internal lanjutan
Fasilitasi sertifikasi auditor mutu dan pelatihan SPMI tingkat nasional
Kerja sama dengan LPM perguruan tinggi lain